• YAYASAN PESANTREN AL FAJAR TEGAL
  • Jl. KH. Mufti Salim No. 01 Babakan Jatimulya - Lebaksiu - Tegal
  • alfajarbabakan929@gmail.com
  • +62 858-4233-7982
  • Pencarian

IMPIAN BESAR MENUJU GERAKAN PESANTREN HIJAU 

 

________________________________________________

IMPIAN BESAR MENUJU GERAKAN PESANTREN HIJAU 

A'isy Hanif Firdaus (Sekretaris Pengurus Pusat IKAF)

________________________________________________

 

Latar belakang berdirinya pondok pesantren menjadi akar sejarah penting yang tidak bisa dapat dipisahkan bagi negara Indonesia. Sejak awal berdirinya pondok pesantren di berbagai Indonesia telah memberikan sumbangsih yang besar bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Para kyai dan santri turut serta mengirimkan pasukan jihad membela tanah air tercinta dengan bahu membahu bersemangat jiwa nasionalis serta patriotisme yang pada akhirnya berhasil memukul mundur dari lamanya belenggu para penjajah yang telah banyak mengeksploitasi sumberdaya manusia dan sumber daya alam yang ada.

 

 

Dikutip dari Wikipedia, Secara umum pesantren atau pondok bisa didefinisikan sebagai lembaga pendidikan agama Islam dengan sistem asrama atau pondok, di mana kyai sebagai figur sentralnya, masjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya, dan pengajaran agama Islam di bawah bimbingan kyai yang diikuti santri sebagai kegiatan utamanya. Atau dalam pengetian lain pesantren merupakan tempat para pencari ilmu agama islam dengan cara berguru nyuprih ilmu kepada ulama dan kyai dengan mematuhi beberapa peraturan pondok pesantren dan melaksanakan kegiatan yang sebelumnya telah disepakati bersama-sama. Sejatinya, santri mondok di pesantren tujuan dari rumah untuk menghilangkan kebodohan yang ada didalam dirinya serta berharap mendapatkan keberkahan dari sang kyai dengan cara tabbarukan takdziman wa taklidan dengan guru atau kyai.

 

Melihat dan membaca literature yang ada, perkembangan zaman kian melaju cukup cepat sehingga mengakibatkan pesantren juga bisa menambahkan peningkatan softskill kepada para santri sebagai respon peningkatan pemanasan global yang tinggi. Melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Indonesia mencanangkan dan mendorong program menuju pesantren hijau, tentu ini bukan hanya sekedar mimpi belaka, namun lahirnya program ini juga dilandasi kuat dengan sumber informasi lengkap yang ada didalam Al-Quran, berikut ini landasannya, Allah SWT berfirman:

 

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS. al-baqarah-ayat-30).

 

 

وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Artinya: ‘’Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan; (QS Asy-Syu’ara Ayat 183).

 

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: ‘’Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).’’ (QS. Ar-Ruum: 41)

 

Maka melalui ayat-ayat suci Al-Quran diatas Allah SWT sejatinya telah memperingatkan kepada manusia agar tidak semena-mena terhadap apa saja yang berada di darat maupun dilautan, dengan begitu bisa ditarik kesimpulan bahwa adanya larangan keras melakukan aktivitas eksploitasi lingkungan alam secara semena-mena.

 

Mengacu pada keterangan landasan diatas penulis mencoba merefleksikan  dengan ditunjuknya manusia sebagai khalifah, di samping memperoleh hak untuk menggunakan apa yang ada di bumi, mereka juga memikul tanggung jawab yang berat dalam mengelolanya. Dari sini terlihat pandangan Islam bahwa bumi memang diperuntukkan bagi manusia. Namun demikian, manusia tidak boleh memperlakukan bumi semaunya sendiri. Hal ini ditunjukkan oleh kata-kata bumi (sebanyak 453 kali) yang lebih banyak disebutkan dalam Al-Quran daripada langit atau surga (sebanyak 320 kali). Hal ini memberi kesan kuat tentang kebaikan dan kesucian bumi. Debu dapat menggantikan air dalam bersuci. Nabi Muhammad SAW bersabda: Bumi diciptakan untukku sebagai masjid dan sebagai alat untuk bersuci. (Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah) Ada semacam kesakralan dan kesucian dari bumi, sehingga merupakan tempat yang baik untuk memuja Tuhan, baik dalam upacara formal maupun dalam perikehidupan sehari-hari.

 

Maka perhatian besar muncul dalam benak, sudah seyogyanya jika pesantren dapat menerapkan dengan maksimal program pesantren hijau sebagai wujud kepekaan serta merespon problematika zaman yang berkaitan dengan iklim global dan ekologi sehingga nantinya para santri dengan cepat dan tanggap terhadap isu-isu lingkungan yang belakangan menjadi trending dan banyak mengancam kelangsungan hidup manusia.

 

Konkrit Nyata Pesantren Hijau

 

Prinsip yang diterapkan dalam pengimplementasian pesantren hijau terapkan 3R yakniReduce (kurangi), Reuse (gunakan kembali), dan Recycle (daur ulang) itu nanti benar-benar bisa kita tanamkan dan bisa kita jadikan sebuah habit (kebiasaan) di pesantren, agar ini (program) akan bisa menjadi kontribusi pesantren dan juga kontribusi NU dalam konteks untuk merawat jagat. Beberapa contoh pesantren di Indonesia yang bisa menerapkan pesantren hijau adalah Pesantren Mahasina Bekasi Jawa Barat.

 

 

Manfaat Pesantren Hijau

 

Dengan adanya pesantren hijau dapat menjadikan kejernihan pikiran dengan adanya penghiijauan (lingkungan yang asri), seperti layaknya di Surga. Selain itu juga warna hijau adalah warna yang disukai Nabi Muhammad SAW. Warna ini juga telah disebutkan dalam Al-Qur’an berkali-kali (Q.S.Al-Insan dan Al-Kahfi). Pikiran akan jernih ketika memandang warna hijau. Pikiran yang jernih justru cenderung akan dapat membawa akal yang positif sekaligus meredam hawa nafsu.

Tentu pernyataan ini sangat relevan untuk para santri yang sedang menimba ilmu agar dapat dengan mudah dalam mempelajari ilmu-ilmu agama islam dan ilmu pengetahuan umum lainnya. Dengan secara kontinu menanam pepohonan di lingkungan pondok pesantren, merawat tumbuhan, dan bunga yang bermekaran dengan hijaunya dedaunan dapat memancarkan pikiran santri saat melihat di luar ruangan. Maka dari itu, sangat disarankan setiap pondok pesantren memiliki taman hijau untuk kenyamanan belajar. Selain itu, pepohonan juga akan mendo’akan untuk keselamatan bagi para santri, keluarga pondok pesantren, serta masyarakat sekitarnya ketika tumbuhan tetap dipelihara dengan semestinya, Insya Allah dapat Terwujud. (Wallahu A’lam Bis Showwab)

Penulis: A’isy Hanif Firdaus, S.Ag. (Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Al-Fajar)

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pramuka Al Fajar Lebaksiu Tunjukkan Kepedulian Melalui Penggalangan Dana Bencana Tanah Bergerak

Sabtu, 14 Februari 2026 menjadi hari penuh makna bagi keluarga besar Pramuka Al Fajar Lebaksiu. Dengan penuh semangat dan rasa kepedulian, para anggota Pramuka melaksanakan kegiatan pen

15/02/2026 14:30 - Oleh Admin Ponpes - Dilihat 140 kali
Memperingati Haul Ke-8 Dan Meneladani Kisah Kehidupan Abah KH. Fatchudin

Pendiri Pondok Pesantren Al Fajar Babakan Tegal Babakan, 26 Oktober 2025. Delapan tahun sudah Abah KH. Fatchudin kembali ke pangkuan Sang Kholik. Namun setiap langkah kami di pondok i

26/10/2025 14:49 - Oleh Admin Ponpes - Dilihat 347 kali
Selamat Tahun Baru Islam 1447 H: Momentum Hijrah Menuju Perbaikan Diri

Tanggal 1 Muharram 1447 Hijriah menandai awal tahun baru dalam kalender Islam. Tahun baru ini bukan hanya sebuah pergantian angka, melainkan momen spiritual yang penuh makna — men

28/06/2025 06:39 - Oleh Admin Ponpes - Dilihat 510 kali
Refleksi Harlah Ke-102 Nahdlatul Ulama: Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai jam'iyyah diniyyah ijtima'iyyah (organisasi keagamaan dan kemasyarakatan) memiliki tugas dan tanggung jawab moral pada dua hal sekaligus. Inilah yang juga m

16/01/2025 08:14 - Oleh Admin Ponpes - Dilihat 709 kali
Peringatan Hari Guru di Ponpes Al-Fajar:

Minggu, 24 November 2024. Pondok Pesantren Al-Fajar Babakan memperingati Hari Guru dengan penuh hikmat. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh santri, ustadz, dan ustadzah yang menjadi ba

28/11/2024 08:11 - Oleh Admin Ponpes - Dilihat 916 kali